Wednesday, January 20, 2016

Taplak, Engklek, atau Hopscotch? Pokoknya Asyik!

Taplak, Engklek, atau Hopscotch? Pokoknya Asyik!

Halo semuanya, Rayyaan punya permainan baru nih. Baruuuuu aja dibuatkan oleh Mama. Saat kecil dulu Mama sering memainkan permainan ini. Cara membuatnya nggak sulit kok, cuma butuh pensil, penggaris, dan cat saja. Lho memangnya permainan apa ya? 



Engklek, salah satu permainan tradisional anak Indonesia.
Credit pic: Rumah Cerita Anak

Anak-anak di Bandar Lampung biasanya menyebut permainan ini sebagai 'taplak', tapi sepupunya Mama yang tinggal di Kabupaten Pringsewu menyebut permainan ini sebagai 'engklek'. Saat Mama masih mengajar Bahasa Inggris dulu, Mama bilang ke murid-muridnya kalau permainan ini namanya 'hopscotch'. Ada juga yang menyebutnya sebagai tapak gunung atau sunda manda. Wah namanya banyak ya. Di daerah yang berbeda bisa berbeda juga namanya dan di negara lain permainan ini juga ternyata ada.

Permainan engklek dalam sebuah serial animasi anak.
Credit pic: MD Animation.

Engklek ini sebenarnya bisa dimainkan di dalam ataupun luar ruangan. Kalau kita punya lahan yang cukup di halaman, kita bisa menggambar kotak permainan engklek lengkap dengan nomornya dengan cat supaya tidak mudah hilang. Saat masih di sekolah dasar dulu, Mama dan teman-temannya menggambar kotaknya dengan menggunakan kapur tulis atau arang. Sementara saat bermain di halaman rumah si Mbah, Mama dan sepupunya menggunakan ranting kayu untuk menggambar kotak permainannya di tanah. Kalau di dalam ruangan bagaimana? Kita bisa menggunakan spidol yang tintanya bisa dihapus atau menggunakan selotip. Yang penting selesai bermain, bekasnya harus dibersihkan ya.

Baca: Motorik Kasar: Berjalan dengan Berbagai Metode.

Buatan Mama nih he he.

Selain menggambar kotaknya, yang diperlukan dalam permainan engklek ini adalah semacam bidak yang biasanya berupa pecahan genting atau batu yang pipih. Kalau di dalam ruangan kita bisa menggunakan penghapus. Di daerah yang berbeda, bidak ini juga berbeda namanya. Ada yang menyebutnya dengan ulak, kojo, gaco atau gacuk. 

Kalau versi Bahasa Inggris, namanya 'hopscotch'.
Credit pic: Diabetes Forecast.

Lalu bagaimana ya cara memainkannya? 
1. Para pemain melakukan hompimpah untuk menentukan giliran bermain jika ada lebih dari dua pemain. Jika hanya ada dua, para pemain melakukan suwit.
2. Pemain melemparkan gaco atau bidaknya ke dalam petak pertama. Gaconya harus tepat masuk ke kotak tersebut ya. Tidak boleh menyentuh atau berada di luar garis. Jika ini terjadi maka pemain tersebut kehilangan kesempatan bermain dan harus menunggu giliran selanjutnya.
3. Jika gaco tepat berada di dalam kotak pemain bisa melanjutkan permainannya. Ia harus melompat dengan satu kaki langsung menuju kotak kedua, ketiga, dan selanjutnya hingga kotak teratas.
4. Setelah itu pemain kembali (masih dengan melompat satu kaki) dan saat tiba di kotak kedua, ia harus mengambil gaconya yang ada di kotak pertama sebelum menyelesaikan permainannya. Setelah itu baru tiba giliran pemain yang lain untuk bermain.
5. Saat melompat pemain tidak boleh menyentuh garis kotak dan harus terus melompat dengan satu kaki (kecuali jika ada dua kotak yang bersisian). Jika pemain menyentuh garis, ia akan kehilangan gilirannya.

Baca: Kebun Binatang Bandung.


Mau disebut dengan engklek, taplak ataupun hopscotch, Mama bilang permainan ini seru deh. Saat Mama, teman-teman atau sepupunya menemukan gaco yang enak dipakai (kalau dilempar tepat sasaran he he), gaco tersebut akan disimpan dan jadi gaco kesayangan. Jadi saat diajak bermain nggak perlu cari-cari gaco lagi. Kadang ada pemain yang merajuk kalau kalah he he.

Dengan bermain engklek, banyak lho sebenarnya manfaat yang didapat oleh anak-anak. Keterampilan motorik kasar dan halus meningkat, anak belajar memprediksi jarak yang harus dilompati, belajar taat peraturan permainan, bersabar menunggu giliran bermain, dan bersikap sportif saat ada teman yang lebih unggul dalam permainan. Dan yang terpenting, bermain engklek bersama teman-teman itu asyik dan menyenangkan. Oh iya, cara bermain engklek juga bisa dimodifikasi lho. Selain menuliskan angka di dalam kotaknya, kita juga bisa menempelkan flashcard di dalam kotaknya. Kalau kita memilih flashcard bertema buah-buahan, jadi kita harus melompat sambil menyebutkan nama buah di kotak tersebut. Belajar kosakata baru jadi lebih asyik deh. Mama dan murid-muridnya pernah bermain engklek (atau hopscotch) yang di modifikasi seperti ini.


Karena Rayyaan belum lama belajar main engklek, jadi saat melompat dengan satu kaki masih dipegangi Mama atau Eyang (tonton ya videonya he he). Rayyaan juga belum belajar menggunakan gaco. Kalau saat melompat masih menyentuh garis juga tidak apa-apa he he, yang penting Rayyaan senang. Kalau sudah lebih canggih bermain engkleknya kan Rayyaan bisa bermain dengan teman-teman. Kalau ada yang mau bermain engklek dengan Rayyaan dan Mama di rumah, boleh lho.

Bacaan:

Buku Brain Game untuk Balita - Haeriah Syamsuddin.
Wikipedia - Sunda Manda.


"Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Permainan Masa Kecil yang diselenggarakan oleh Mama Calvin dan Bunda Salfa



54 comments:

  1. Di tempatku namanya engklek mbak... Hadiah atau reward bagi yang menang di sebut "sawah". Klo dah punya " sawah"...berarti boleh nginjak / menapak dgn dua kaki...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Ada juga yang main dengan peraturan begitu. Otomatis lebih susyah hihihi. Seringkali mesti ngelompati 2-3 kotak sekaligus 😄

      Delete
  2. Berarti di daerah mbak dan daerah saya nama permainannya sama2 Engklek :-)

    ReplyDelete
  3. Iya, itu engklek, permainan masa kecil, sekarang di tempatku sudah jarang anak anak memainkanya, mereka rata rata mainanya warnet sama gadget. Btw, sukses ya GA nya, dan kunjungan baliknya di http://amir-silangit.blogspot.co.id/2016/01/mengenang-era-90-dengan-memainkan.html terimakasih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah banyak yang sudah milih main gadget aja tanpa batasan yang jelas dari orang tua.

      Delete
  4. Tapak gunung mba, ini kerinduan bgt bisa bermain tapak gunung. Anakku nnti bisa mainan jaman dulu ngga yaaah hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk kita ajarin Mbak hehe. Kalau Rayyaan sudah lebih besar malah pengen ajak dia belajar main bekel, lompat karet, cogklak, kelereng dsb hehe. Karena ternyata banyak manfaatnya untuk perkembangan anak.

      Delete
  5. Maen engklek ini seru. Aku selalu jadi yg pertama tamat. Hehehe...
    Duh, sekarang kok udah jarang liat, ya? Dulu mah di tiap halaman rumah dan di gang-gang itu pasti penuh gambarnya. Di tempatku namanya sondah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuih Mbak Nka jago main engklek/sondah hehe. Mungkin sekolah2 harus mbuatin kotak2 engklek di halaman sekolah dengan cat. Jadi anak2 tergerak buat main.

      Delete
  6. Permainannya seru banget. Aku suka mainin ini dulu. :D

    ReplyDelete
  7. dulu waktu di bandung suka main ini engklek atau sorodot gaplok namanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah ada nama lain lagi yang saya belum tau 😊😊😊

      Delete
  8. aku lupa nama permainan ini sewaktu kecil, habis setiap daerah beda-beda ya. Tetapi seru main "loncat2" kalau ramai-ramai :) having fun banget

    ReplyDelete
  9. Salam kenal, Mbak. Dulu saya main ini juga, he.
    Di tempat saya namanya jlong jling. Gaconya kayaknya pakai kreweng ( pecahan genting ).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal Mbak 😊 wah ada nama baru lagi, baru tau maksudnya hehehe. Enaknya memang pakai pecahan genteng karena rata.

      Delete
  10. Anak zaman sekarang tidak tahu game seperti ini. Taunya game di HP, tablet ama game online..

    ReplyDelete
    Replies
    1. PR buat para orang tua biar anak juga mengenal permainan2 ini. Karena banyak manfaatnya bagi perkembangan anak.

      Delete
  11. di berbagai negara pun ada sejenis Engklek, soale pernah liat penjelasan pakar permainan anak2 di video TED Indonesia dan engklek menyimpan banyak pesan moral yang bagus buat anak2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan nggak cuma engklek ya yang punya pesan moral yang bagus untuk anak-anak

      Delete
  12. di kampungku dulu namanya ting ting brok mba,, karena habis lompat pake satu kaki.. ting ting kemudian pake 2 kaki.. brughh gitu mba,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kalau mainnya pakai peraturan klaim petak atau 'sawah', kotak yang harus diloncati bisa banyak banget dan bunyi kaki bisa brugggh banget tuh he he

      Delete
  13. di kampungku dulu namanya ting ting brok mba,, karena habis lompat pake satu kaki.. ting ting kemudian pake 2 kaki.. brughh gitu mba,,

    ReplyDelete
  14. Kalau di tempat saya namanya "Dende-Dende" :)


    Terima Kasih sudah ikut GA saya dan mbak Lidya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir Mbak :) Sukses untuk GAnya.

      Delete
  15. engklek bikin lincah dan sehat anak-anak

    ReplyDelete
  16. dulu saya sering memainkan permainan ini, seru dan asyik. Saya dulu sampe punya gacon banyak banget hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tuh kan kalau ada gaco yang enak dipakai pasti deh disimpen-simpen he he

      Delete
  17. di balikpapan main asinan ini mak :)

    ReplyDelete
  18. engklek. di komplekku anak2 masih main ini. jalanan dicoret2 pake kapur :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untung kalau kapur mudah hilang ya he he.

      Delete
  19. main engklek ini emang seruuu...
    jaman sekarang coret2 di aspal komplek pasti di protes eeaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maunya sih di tiap kompleks perumahan ada playgroundnya trus ada petak-petak buat main engklek ya. Jadi anak-anak juga aman dan nyaman mainnya.

      Delete
  20. Kalau di tempat saya namanya Sunda Manda mba.. tapi nama batunya sama, Gacuk hehe
    Saya dulu suka sekali mainan seperti ini, diajari sama anak-anak di kampung...
    sekarang hampir ngga pernah melihat anak-anak main seperti ini. Jaman sudah berganti.. nice story mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Mbak, moga-moga kita terus semangat mengenalkan permainan tradisional ke adik, keponakan, atau anak-anak kita.

      Delete
  21. kalo ditempatku namanya sunda manda mak

    ReplyDelete
  22. Suka main engklek ini pas wak kecil dulu. Karena enggak punya lahan, mama saya dulu coretin lantai rumah yang berkotak-kotak pake arang... hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gapapa ya Mbak, kan arang bisa dihapus he he

      Delete
  23. sukaa jg main ini dulu, klo aku dulu bilangnya permainan taplak ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mbak :) Kalau di sekolah kami juga nyebutnya taplak :D

      Delete
  24. Jadi inget dulu pake gacu milih yang tipis dan teplek,,,,,aku juga suka Maakk...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trus gacunya disimpen nggak Mbak he he

      Delete
  25. aku biasanya pakai pecahan genting, genting jaman dulu ya bukan genting beton seperti sekarang :) terima kasih sudah berpartisipasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jaman dulu banyak genting tanah liat ya, mudah buat cari gaconya. Ntah kalau sekarang he he.

      Delete
  26. Engklek klo aku nyebutnya, seru dan dulu sering jg main engklek ini :)

    ReplyDelete
  27. di daerahku hampir punah, anak sd udah megang smartphone sih

    ReplyDelete

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29