Friday, September 2, 2016

Jalan-Jalan ke Museum Lampung Part 2

Jalan-Jalan ke Museum Lampung Part 2

Mau melanjutkan cerita jalan-jalan ke Museum Lampung yaaa. Kemarin sempat tertunda karena Rayyaan dan Mama nggak mau ketinggalan datang ke acara Lampung Krakatau Festival 2016 he he. Cerita tentang Museum Lampungnya sampai di mana ya? Oh iya, Rayyaan dan Mama baru cerita soal keliling di lantai 1 museumnya. Sekarang naik ke lantai 2 yuk. Ada apa saja ya di atas?



Koleksi di lantai atas lebih banyak berupa benda-benda yang berhubungan dengan kebudayaan masyarakat Lampung. Misalnya nih ada patung yang dipakaikan baju pengantin adat Lampung Pepadun dan Sai Batin. Tapi Rayyaan nggak berani dekat-dekat patungnya, berasa agak seram mungkin ya he he. Tapi di acara Jelajah Semarak Budaya kemarin Rayyaan sudah foto-foto dengan Om dan Tante yang menggunakan baju pengantin adat Lampung. Selain itu ada display yang menunjukkan ritual kelahiran, asah gigi, dan kematian. Di lantai 2 juga ada miniatur kapal nelayan serta rumah adat Lampung. Ada juga display alat tenun yang digunakan pada jaman dulu. Sayangnya nih benda koleksi yang tidak diletakkan dalam kotak atau lemari kaca terlihat berdebu.

Baca: Jalan-Jalan ke Museum Lampung Part 1.

Miniatur kapal.

Miniatur rumah adat.

Kami tidak berlama-lama di lantai 2. Rayyaan sudah kepingin melihat maket Museum Lampung lagi (karena ada miniatur bus dan mobilnya he he). Setelah itu Rayyaan menuju halaman museum dan melihat-lihat replika rumah adat Lampung, meriam kuno, bola besi, dan jangkar kapal. Kalau meriam kan biasanya jadi alat perang jaman dulu ya. Nah kalau bola besi itu untuk apaan? Buat meriam raksasakah?

Mama juga pernah foto di depan meriam ini lho.

Oh rupanya bola besi ini berperan dalam pertanian lho. Dulu bola ini digunakan masyarakat Lampung terutama warga transmigran dari Pulau Jawa untuk membuka lahan untuk dijadikan tempat bercocok tanam atau perkampungan. Cara menggunakan bola besi ini adalah dengan menariknya dengan dua traktor untuk menumbangkan pohon dan meratakan tanah.

Ternyata bola besi raksasa ini untuk merubuhkan pohon dan meratakan tanah.

Jangkar kapal yang ada di halaman ini juga punya sejarah tersendiri. Jangkar kapal ini menjadi saksi bisu letusan Gunung Krakatau pada bulan Agustus 1883. Dahsyat sekali ya letusan Gunung Krakatau saat itu sampai jangkar kapal ini terlempar dari laut ke Bandar Lampung. Selain jangkar kapal yang ikut terlempar karena letusan Karakatau saat itu adalah lampu batas laut. Tapi Rayyaan nggak berfoto di depan benda ini.

Baca: Buat Layang-Layangmu Sendiri di Jelajah Layang-Layang Lampung.

Jangkar yang terlempar dari lautan ke Tanjung Karang (salah satu kecamatan di kota Bandar Lampung)
karena letusan Gunung Krakatau tahun 1883.

Bagi teman-teman yang mau berkunjung ke Museum Lampung, simak jam buka dan harga tiket masuknya ya. Museum Lampung buka setiap hari kecuali hari libur Nasional. Jam operasional (waktu itu Rayyaan berkunjung ke sini hari Senin pagi):

1. Senin-Kamis 08.00 - 13.30 WIB.
2. Jumat: 08:00 - 10.30 WIB.
3. Sabtu & Minggu: 08.00 - 14.00.

Harga tiket masuk untuk sekali masuk:

1. Perorangan:
a. Anak-anak Rp 500.
b. Dewasa Rp 4.000.

2. Rombongan:
a. Anak-anak Rp 500.
b. Dewasa Rp 1.000.

Replika rumah adat.

Wah murah meriah banget ya harga tiketnya. Kakak-kakak SD yang sudah bawa uang jajan, pasti uang jajannya lebih dari Rp 500 deeeeh. Iya kan? Sisihkan uang jajannya dan akhir pekan ini ajak Mama Papanya ke Museum Lampng yuuuuuk!

13 comments:

  1. Mba reportase jalan-jalannya keren.. jadi ingat waktu kecil dulu. Walau dari keluarga pas-pasan tapi kalau urusan jalan-jalan ayah bunda saya memperhatikan banget. dan itu ngefek sampai sekarang jadi senang jalan-jalan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe jalan2 bisa ke tempat wisata edukatif di dalam kota dengan budget hemat

      Delete
  2. udah 3 tahun saya tinggal di lampung bolak balik depan museum, belum pernah sekalipun ke sana ...hahahaha... artikelnya jadi bikin saya penasaran...pengen berkunjung ke musem lampung :)

    ReplyDelete
  3. wah aku suka museum, setipa pergi ke suatu kota yg pertama dicari adalah museum

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya nih. Mama Tira rajin banget ke museum

      Delete
  4. Museum emang tempat refreshing yg murah meriah ya mbak :)

    ReplyDelete
  5. Sudah lama ga masuk Museum Lampung. Kapan-kapan kita bikin "Museum at night" yuuk.
    Keliling museum dan belajar sejarah di museum malam hari. Dulu pihak museum pernah bikin program itu, tapi ga berlangsung lama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kayak film Night at the Museum hehehe. Semoga hari mau nya ga hidup hihi

      Delete
  6. Lengkap sekali mbak museumnya dan sangat kental sekali ya kalau dilihat dari barang barang antiknya.

    ReplyDelete
  7. Tiket masuknya murah banget Mba :)
    udah murah banyak ilmu yang bisa didapat pula, museum memang keren *jempol*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asli lbh murah dari jajanan anak SD hihi

      Delete

Silakan berkomentar yang sopan, tapi jangan beri link hidup di postingan ya. Terima kasih sudah berkunjung :)


Hubungi lewat: itshenipuspita@gmail.com
Jangan lupa follow IG @henipuspita29 @letsplayandlearn
Twitter @henipuspita29